erwinkallonews

BISNIS

Sering Banjir, Kenapa Harga Properti di Kemang hingga Gading Mahal?

Erwinkallonews.com – Banjir yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia awal tahun ini, khususnya di Jakarta, dinilai hanya memberikan dampak jangka pendek terhadap pasar properti. 

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengungkapkan, indikator penilaian tersebut terlihat dengan masih mahalnya harga properti di kawasan-kawasan elite yang menjadi langganan banjir di ibu kota. 

“Kalau secara umum, efek jangka pendek akan terasa. Contoh daerah Kelapa Gading kebanjiran, properti tetap stabil,” ujar Ferry dikutip dari situs properti Rumah123.com, Kamis 9 Januari 2020. 

Ferry menjelaskan, di Jakarta ketersediaan tanah itu tidak banyak. Jika terjadi bencana banjir itu sudah menjadi risiko. 

Dia mencontohkan, di Kelapa Gading misalnya, warga yang tinggal di kawasan ini sudah menikmati semua fasilitas yang ada termasuk infrastruktur. Sementara itu, bencana banjir tidak terjadi setiap saat. 

Kelapa Gading merupakan salah satu kawasan elite di Jakarta Utara. Ada sejumlah perumahan dan juga apartemen di area ini. Masyarakat yang tinggal di kawasan ini selalu kebanjiran setiap musim hujan, namun mereka tidak terbersit untuk pindah.

“Mereka sudah nyaman tinggal di wilayah ini,” ungkapnya. 

Contoh lainnya di kawasan Kemang yang berada di Jakarta Selatan, yang juga menjadi salah satu kawasan elite yang sering dilanda banjir. Namun, warganya tetap nyaman tinggal di kawasan ini. 

Senior Associate Director Residential Tenant Representation Colliers Indonesia, Lenny van Es-Sinaga, berpendapat, Kemang memang dikenal sebagai kawasan tempat tinggal sejumlah orang kaya raya di Indonesia. Kawasan lainnya adalah Menteng, Pondok Indah, Kuningan, Permata Hijau, atau Kebayoran Baru.

“Kemang menjadi area favorit tempat tinggal ekspatriat atau pekerja profesional dari luar negeri. Kawasan ini memiliki restoran, pub, bar, dan hiburan malam kelas atas,” ungkapnya.

Meski banjir juga sering melanda Kemang, tetapi warganya tetap memilih tinggal di kawasan ini. Sama halnya dengan mereka yang tinggal di Kelapa Gading. Harga properti di kedua kawasan ini tetap tinggi.

Ferry menyatakan, kalau ada penurunan harga properti yang terdampak banjir, mungkin karena properti itu berada tidak jauh dari bantaran sungai. Hal itu pun jadi pertimbangan. 

vivanews.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

To Top