erwinkallonews

Berita

Kabar Gembira Bagi Kaum Milenial, Pemerintah Akan Berikan Subsidi Untuk Membeli Hunian

Erwinkallonews.com, JAKARTA – Ada kabar gembira bagi kaum milenial yang ada di Indonesia. Pemerintah berencana untuk memberikan subsidi bagi para kaum milenial yang ingin memiliki tempat hunian. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Khalawi Abdul Hamid, usai kegiatan Indonesia Housing Forum di Jakarta, Rabu (19/6), ia mengatakan, “Hingga kini skema subsidi khusus milenial masih digodok, ada tim lima pilar yang terdiri atas akademisi, swasta, komunitas dan sebagainya. Akan dikelompokkan untuk menyusun konsep ke depan pembangunan perumahan.”

Akan tetapi pemerintah membagi kaum milenial menjadi 3 yaitu Kelompok Usia 25-29 tahun, Kelompok Usia 30-35 tahun, dan Kelompok Usia 35 tahun ke atas. Pengelompokan ini dilakukan karena jumlah seluruh kaum milenial berjumlah sekitar 30 % (tiga puluh persen) dari populasi masyarakat Indonesia yang berjumlah sekitar 260 juta jiwa. Sehingga, diperlukan adanya kategorisasi milenial yang berhak dan tidak berhak mendapat subsidi dari pemerintah.

Pertimbangan tersebut di atas juga terkait dengan kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) di seluruh Indonesia per tahun. Selain itu, lebih dari 50 % proporsi pengeluaran generasi milenial yang sudah berkeluarga di 17 kabupaten/kota ditujukan untuk konsumsi, bukan untuk perumahan. Oleh karena itu pemerintah dengan rencana program ini dapat mendorong kaum milenial untuk memprioritaskan dalam membeli hunian, sekaligus untuk melakukan investasi jangka panjang.

Masing-masing Kelompok Usia pun akan mendapatkan hak subsidi yang berbeda yang telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok secara umum. Untuk Kelompok Usia 25-29 tahun yang merupakan pekerja pemula, pemerintah akan membantu dalam penyediaan rumah susun atau apartemen sewa. Menurut Khalawi, penyediaan lahan nantinya bisa dikerjasamakan dengan pemerintah daerah. Ia menambahkan, “Rumah sewa itu paling tepat untuk mereka. Di pusat-pusat kota, karena mereka dinamis, konsumtif, dan inginnya yang full WiFi.

Selanjutnya untuk Kelompok Usia 30-35 tahun yang notabene sudah mulai mencari rumah dengan pasangan, pemerintah akan memberikan bantuan misalnya dapat berupa subsidi untuk rumah tapak tipe 36. Untuk diketahui Rumah Tapak Tipe 36 memiliki luas bangunan 36 meter persegi. Rumah tipe ini umumnya dilengkapi 1 hingga 2 kamar tidur dengan dimensi 6 x 6 meter dan 9 x 4 meter, sehingga cocok untuk Kaum Milenial Usia 30-35 tahun yang baru memulai berumah tangga.

Terakhir, untuk Kelompok Usia 35 ke atas yang notabene sudah mapan dan memiliki penghasilan tetap, sehingga bisa mencari hunian yang lebih besar lagi. Menuru Khalawi, “Kalau milenial 35 ke atas punya pekerjaan tetap dan apartemen yang sesuai dengan gajinya, ini yang kami godok ke depan, bagaimana ke depan bisa layak dan nyaman.”

Rencana program subsidi ini juga sedang diupayakan realisasinya yaitu pemerintah tengah berupaya dalam penyediaan perumahan bagi seluruh masyarakat Indonesia termasuk pada generasi milenial melalui Program Satu Juta Rumah (PSR). Tercatat, pembangunan rumah PSR mulai tahun 2015 sampai 2018 sudah mencapai 3.542.318 unit rumah. Dan pada 2019, pemerintah menargetkan pembangunan rumah untuk masyarakat sebanyak 1,25 unit. Berdasarkan data Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Bank Indonesia, dalam satu dekade kenaikan harga hunian mencapai 39,7 %. Dengan demikian, maka rencana subsidi bagi kaum milenial ini akan semakin dekat untuk diwujudkan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

To Top