erwinkallonews

ARTIKEL

Pentingnya PPPSRS didalam Rumah Susun

https://media-public.canva.com/MADGyK3RuEY/5/screen.jpg

Sebagaimana diketahui, didalam setiap Rumah Susun di Indonesia wajib memiliki Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS). Hal tersebut sesuai dengan amanah didalam Undang-undang No.20 tahun 2011 tentang Rumah Susun. Sehingga seluruh Rumah Susun di Indonesia baik yang berfungsi sebagai Hunian, Non Hunian maupun Campuran harus memiliki PPPSRS.

 

Rumah Susun sejatinya mengikuti sistem yang diterapkan oleh Strata Title, Apartment dan Condominium yang pada intinya memiliki bagian kepemilikan yang terpisah-pisah, sehingga karakteristik Rumah Susun adalah bangunan gedung yang dibangun dan memiliki bagian kepemilikan terpisah yaitu antara Kepemilikan Pribadi (Satuan Rumah Susun) dan Kepemilikan Bersama (Tanah Bersama, Benda Bersama dan Bagian Bersama). Kepemilikan Pribadi merupakan hak dan kewajiban pemilik masing-masing, sedangkan Kepemilikan Bersama nantinya akan menjadi kewajiban seluruh Pemilik Satuan Rumah Susun (sarusun) untuk dikelola. Pengelolaan Kepemilikan Bersama tidak dapat dilakukan oleh pribadi pemilik Sarusun dikarenakan terdapat banyak faktor untuk mengelola Rumah Susun tersebut, oleh karena hal itu maka Undang-undang mewajibkan untuk membentuk PPPSRS untuk mengelola Kepemilikan Bersama.

 

Bagaimana tata cara pembentukan PPPSRS dapat diketahui melaluiĀ mengenal apa itu perhimpunan pemilik dan penghuni satuan rumah susun pppsrs.

 

Pengurus PPPSRS selain mengelola Kepemilikan Bersama Rumah Susun juga harus dapat membina Anggota PPPSRS agar tercipta keselarasan, keserasian dan keseimbangan didalam kehidupan Rumah Susun, sehingga kenyamanan para Anggota PPPSRS didalam Rumah Susun dapat terjaga. Demi menjaga keamanan didalam Rumah Susun, Pengurus PPPSRS juga harus berani untuk menegakkan aturan yang ada didalam Tata Tertib Pengelolaan termasuk dalam penerapan sanksi-sanksinya. Pengurus PPPSRS juga harus dapat mencari other income demi kepentingan dan kebaikan seluruh Anggota PPPSRS.

 

Dewasa ini banyak terjadi perdebatan dan pertentangan dikalangan Pemilik Sarusun mengenai siapa yang berhak untuk menjadi Pengurus PPPSRS. Ada yang berpendapat bahwa Pengurus PPPSRS harus murni Pemilik Sarusun tanpa adanya Developer, namun tidak sedikit pula yang meminta agar Developer wajib menjadi Pengurus PPPSRS. Alasan penolakan Developer untuk menjadi Pengurus PPPSRS ini terkadang hanya bersifat Subyektif. Padahal tidak sedikit kejadian kerugian yang dilakukan oleh Pengurus PPPSRS yang murni warga Rumah Susun itu sendiri. Bayangkan saja Pengurus PPPSRS wajib mengatur pengelolaan keuangan dengan nominal besar, sedangkan jaminannya hanya Sarusun-nya yang harganya tidak sebanding.

 

Permasalahan mengenai siapa yang lebih pantas menjadi Pengurus PPPSRS harus disikapi dengan obyektif dan tidak menilainya secara subjektif. Segala bentuk rencana kerja dalam pengelolaan Rumah Susun harus dilaporkan dan disetujui oleh seluruh Anggota PPPSRS agar dapat memberikan kemajuan dan peningkatan didalam Rumah Susun, termasuk mengenai keuangan PPPSRS harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan bertanggungjawab serta dilakukan audit oleh Akuntan Publik yang kredibel. Hal tersebut sesuai dengan prinsip pengelolaan yaitu adil dan transparan.

 

Oleh : Erlangga Kusuma SH., MH.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

To Top