erwinkallonews

HUKUM

Kurangnya Sosialisasi KepMen PUPR No. 86/KPTS/114/2019 : Banyak Pengembang Yang Tidak Tahu Akan Diinspeksi

Gambar Hanya Ilustrasi

Gambar Hanya Ilustrasi

Erwinkallonews.com, Jakarta – Dengan telah diterbitkannya Keputusan Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat No. 86/KPTS/114/2019 (Kepmen PUPR 86/2019), maka Komite Keselamatan Konstruksi dengan efektif dan efisien sudah dapat melakukan tugasnya dalam pengecekan bangunan gedung bertingkat masing-masing provinsi.

Sampai dengan saat ini, Kementerian PUPR sudah mengantongi daftar gedung-gedung mana saja yang akan dilakukan pengecekan. Total sebanyak 800 gedung yang akan menjadi objek pemeriksaan, terdiri atas tiga kategori yaitu 168 gedung kelas menengah bawah, 408 gedung perkantoran, dan 224 gedung pusat perbelanjaan (Bisnis Indonesia, 4/4/2019). Di samping itu, kriteria gedung bertingkat yang diutamakan untuk dilakukan pengecekan yaitu gedung-gedung dengan ketinggian delapan lantai atau lebih dengan segmentasi kelas menengah ke bawah dan berumur lebih dari 8 tahun, serta gedung pusat perbelanjaan yang berumur lebih dari 10 tahun.

Pengembang Tidak Tahu Akan Dilakukan Pengecekan Ulang

Adapun rencana inspeksi atau pengecekan yang telah direncanakan ini, masih belum diketahui oleh beberapa pengembang (developer). Dilansir dari Bisnis Indonesia (Kamis, 4/4/2019), Direktur Keuangan  PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui adanya pengamatan yang sedang berlangsung yang dilakukan oleh Komite Keselamatan Konstruksi. Beliau juga menambahkan, “Saya tidak tahu tentang adanya  pengamatan kembali yang dilakukan oleh Komite Keselamatan Konstruksi, saat kami mengonfirmasi ke pengelola Blok M, mereka tidak tahu terkait dengan hal ini.” Menurutnya, hal ini mungkin saja terjadi karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh Komite Keselamatan Konstruksi dan Kementerian PUPR.

Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk juga belum mengetahui akan hal itu, ia mengatakan bahwa perseroan masih belum mengetahui pengecekan ulang gedung yang akan dilakukan oleh pihak Komite Keselamatan Konstruksi. Akan tetapi ia optimis bahwa gedung-gedung  Intiland akan lulus dari penilaian karena tertib melakukan pengecekan internal. Ia melanjutkan, “Operasional gedung kami memiliki SOP (standard operating procedure) panduan pelaksanaan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Manajemen gedung kami terus melakukan pemeriksaan rutin setiap triwulan, selain itu setiap 6 bulan juga dilakukan audit ISO secara internal dan secara eksternal oleh Lloyd.”

Bertujuan Untuk Menghindari Kecelakaan Bangunan

Sebenarnya, pengecekan ulang yang dilakukan oleh Komite Keselamatan Konstruksi bertujuan untuk menghindari potensi kecelakaan-kecelakaan yang tidak diinginkan pada berbagai bangunan yang digunakan oleh masyarakat. Contohnya seperti peristiwa runtuhnya lantai selasar di gedung Bursa Efek Indonesia yang mengakibatkan banyaknya korban luka-luka. Senada dengan hal tersebut,  Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin mengatakan, “Kami tidak ingin lagi adanya keruntuhan akibat kegagalan bangunan, karena itulah kami melakukan pencegahan dari awal. Salah satu aspek yang dihindari adalah kegagalan bangunan dan pengelolaan gedung.”

Oleh karena itu, para pemilik gedung pusat perbelanjaan, apartemen, serta perkantoran, terutama di Jakarta, kini perlu mempersiapkan dan memperbaiki pengelolaan gedungnya untuk lulus dalam pengecekan konstruksi oleh Komite Keselamatan Konstruksi pada Kementerian PUPR.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

To Top