erwinkallonews

Berita

Hutama Karya Gelar Konsultasi Publik

Tol Trans Sumatera di Pelabuhan Bakauheni (gambar : https://finance.detik.com)

Hutama Karya Lakukan Konsultasi Publik

Proyek jalan tol Padang-Sicincin tertunda hampir setahun karena masih menghadapi hambatan pembebasan lahan. PT Hutama Karya (Persero) melakukan konsultasi publik guna mengatasi hal itu. Direktur Keuangan PT Hutama Karya (Persero), Anis Anjayani mengatakan bahwa sampai saat ini progres dari jalan tol Padang-Sicincin masih dalam proses pembebasan lahan. “Pada saat bersamaan pembebasan juga dimulai dari arah Pekanbaru ke Bangkinan yang saat ini sedang dalam proses konsultasi publik,” ujarnya kepada Bisnis.

Pembangunan tol Padang-Pekanbaru sudah setahun tertunda akibat belum tuntasnya pembebasan lahan di seksi I Padang-Sicincin yang merupakan ruas pertama dari rencana pembangunan tol tersebut. Tol yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada awal Februari 2018 itu menghadapi persoalan ganti rugi lahan yang tidak segera tuntas. Sebelumnya, masyarakat Kasang du Kabupaten Padang Pariaman yang tanahnya dilewati lokasi pembangunan tol Padang-Pekanbaru meminta Pemprov Sumbar melindungi hak tanah mereka dengan meminta uang ganti rugi yang sepadan.

Pembebasan Lahan Tidak Sesuai Perjanjian

Hamardian, Koordinator Aksi, mengatakan bahwa masyarakat setempat merasa dirugikan karena pemerintah tidak pernah mengajak masyarakat berdiskusi menyangkut ganti rugi lahan yang digunakan untuk pembangunan tol tersebut. “Kami setuju (pembangunan) tol melewati daerah kami, tetapi lahan kami harus dihargai dengan layak. Dulu sebelum groundbreaking sudah disepakati bahwa ganti rugi tidak akan merugikan masyarakat,” katanya. Namun, imbuh Harmadian, dalam perjalanan tidak sesuai dengan perjanjian awal. Harga tanah masyarakat hanya dibandrol Rp. 32.000 hingga Rp. 286.000 per m2 tergantung lokasi. Padahal, normalnya harga tanah di daerah itu berkisar Rp. 300.000 hingga Rp. 700.000 per m2.

Sesuai rencana, tol Padang-Pekanbaru itu dibangun sepanjang 245,8 kilometer yang akan dibagi dalam tiga tahap. Untuk tahap I dibangun dari Padang-Sicincin sepanjang 28 kilometer yang ditargetkan rampung pada tahun ini. Selanjutnya tahap II menghubungkan Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 38 kilometer, dan tahap III Sicincin, Sumatra Barat menuju Bangkinang, Riau sepanjang 189 kilometer yang ditargetkan tuntas pada 2023.

Total anggaran pembangunan Padang-Pekanbaru tersebut berkisar Rp 79 triliun, termasuk pembangunan terowongan yang menghubungkan tol di wilayah Bukittinggi sepanjang 8,9 kilometer. Hingga saat ini, Hutama Karya tengah membangun 529 kilometer Jalan Tol Trans-Sumatra, dengan 47 kilometer yang sudah beroperasi penuh. Beberapa ruas yang tengah dibangun adalah ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 kilometer, ruas Padang-Sicincin (bagian dari Padang-Pekanbaru) sepanjang 31 kilometer, ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer, ruas Kualatanjung-Tebing Tinggi-Parapat sepanjang 98 kilometer, ruas Medan Binjai (Helvetia sampai junction Tj. Mulia) sepanjang 6 kilometer, serta ruas Banda Aceh-Sigli sepanjang 74 kilometer.

 

Dikutip dari Media Cetak Bisnis Indonesia, Selasa 26 Februari 2019

Penulis : Krizia P. Kinanti

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

To Top