erwinkallonews

ARTIKEL

Hunian Mewah Di Vietnam Dengan Pemandangan Ala Central Park New York

Ho Chi Minh City (gambar : http://www.vietnam-guide.com)

Membuka Diri Pada Investasi Asing

Negara Vietnam yang dulu terkenal dengan Paham Komunisme, sekarang sudah mulai “berbenah diri” dalam mengembangkan negaranya. Sudah lebih dari 20 (dua puluh) tahun, Vietnam mulai membuka diri terhadap investasi asing. Dengan terbukanya arus investasi asing ke dalam negara, maka perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pun mulai meningkat. Direktur Savills Vietnam, Neil MacGregor, menuturkan bahwa pengembang dulu lebih berfokus pada pengembangan untuk masyarakat kelas menengah dan sekarang mulai beralih ke kelas yang lebih tinggi. “Orang yang kaya makin banyak di Vietnam, terutama dari kalangan pengusaha yang mencari tempat untuk menyimpan uangnya,” ujar Neil.

Pemandangan Ala Central Park (gambar : http://www.thanhniennews.com)

Salah satu kota yang mengalami pengembangan besar-besaran adalah di Distrik 1 Ho Chi Minh City yang dikenal dengan “Wall Street”-nya Saigon. Seperti mengadaptasi kehidupan mewah di Manhattan, New York, dilakukan pengembangan apartemen 40 (empat puluh) lantai, hotel, restoran, dan sejumlah hunian real estate termahal di seluruh negeri, yang ditambah dengan suguhan pemandangan taman ala Central Park, New York. Pengembangan yang besar-besaran tersebut merupakan gagasan  Bui Thanh Nhon, salah satu pendiri Novaland Group, salah satu perusahaan properti terbesar di Vietnam.

Apabila dilihat beberapa tahun ke belakang, kemewahan seperti itu belum bisa dipahami masyarakat kebanyakan pada tahun 1995, ketika Nhon menggeser Novaland ke industri real estate, sebelum kemudian negara komunis itu menjadi salah satu negara dengan perkembangan ekonomi tercepat di dunia. Hal itu terlihat dari  terjadinya ekspansi besar dengan rata-rata 6% per tahun dalam 20 (dua puluh) tahun terakhir, ditambah belum lama ini sejumlah pabrik dari China juga mulai berpindah ke Vietnam sehingga membantu Pendapat Domestik Bruto (PDB) Vietnam mencapai 7% pada tahun 2018.

 

Harga Properti Melonjak Tinggi

Dengan meningkatnya ekspansi dan PDB Vietnam tersebut, maka semakin memacu para investor asing untuk menaruh targetnya pada properti nasional Vietnam, bersamaan dengan pertumbuhan kelompok orang kaya domestik yang siap membeli properti dan berlomba mengamankan uang mereka dengan membeli properti. Direktur Gaw Capital Partners (real estate investment firm specializing), Goodwin Gaw, mengatakan bahwa Vietnam sudah seperti wilayah selatan China pada 10-15 tahun yang lalu. “Meskipun harga rumah terus mengalami kenaikan stabil selam 18 (delapan belas) bulan terakhir, dalma jangka panjang itu masih sangat bagus,” ujar Goodwin.

Berdasarkan data CBRE Group Inc. (commercial real estate services and investment firm), harga kondominium mewah di Ho Chi Minh City melonjak 17% pada 2018, menjadi rata-rata USD 5.518 per meter persegi, dan diproyeksikan menjadi USD 6.000 per meter persegi atau naik hingga 10% pada akhir tahun 2020. Meskipun harganya naik hingga dua kali lipat, akan tetapi harga tersebut di kota atau negara lain seperti Singapura, Tokyo, Hong Kong masih masuk dalam pasar hunian termurah.

Di samping itu, dengan pengembangan real estate yang sangat tinggi dan peminat/pembeli juga semakin banyak, berakibat pada  pasok lahan di lokasi utama menjadi semakin ketat. Hal ini lah yang menjadi alasan utama mengapa orang kaya di Vietnam tertarik untuk membeli real estate, karena yakin kenaikan harganya akan sangat signifikan. Sejalan dengan itu, perubahan gaya hidup bagi kaum milenial pun yang lebih memilih untuk tinggal di real estate atau apartemen, dibandingkan dengan landed house yang perawatannya lebih ribet, semakin meyakinkan para pengembang  bahwa ke depannya tempat hunian real estate sangat diminati oleh measyarakat juga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

To Top