erwinkallonews

Berita

Pengelola Tol Masih Tunggu Regulasi Terminal Bus di Rest Area

Diperlukan Akses Keluar Tol Bagi Penumpang

Badan usaha jalan tol masih menunggu kepastian regulasi terkait dengan rencana pemerintah menyediakan terminal bus di area tempat istirahat dan pelayanan. Direktur Utama PT Waskita Toll Road, Herwidiakto mengatakan bahwa perusahaan belum melakukan pembahasan dengan Kementerian PUPR maupun Kementerian Perhubungan terkait dengan wacana penyediaan terminal bus di dalam tempat istirahat dan pelayanan (TIP). “Belum ada pembahasan dan belum ada bayangan sama sekali seperti apa,” ujarnya, Selasa (26/2).

Sebelumnya, pemerintah berniat menyediakan terminal di dalam TIP untuk mengakomodasi trayek bus Trans-Jawa yang akan melayani kota-kota utama sepanjang Jakarta-Surabaya. Terminal dibutuhkan agar bus tidak perlu keluar dari jalan tol untuk menurunkan penumpang. Adapun, Waskita Toll Road menjadi salah satu pemilik konsesi jalan tol dengan panjang yang signifikan di koridor Trans-Jawa. Anak usaha PT Waskita Karya Tbk. tersebut sedikitnya berpartisipasi di lima badan usaha jalan tol di lima ruas, yaitu Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, dan Pasuruan-Probolinggo.

Heriwidiakto menerangkan bahwa fungsi terminal membuat pengelola terminal perlu menyediakan akses keluar tol bagi penumpang yang turun, maupun yang akan naik di TIP. Menurutnya, ide penambahan seperti terminal pernah diajukan oleh salah satu perusahaan otobus (PO), yaitu Agra Mas. Menurut dia, Agra Mas sempat mengajukan diri untuk mengelola restoran dan SPBU di salah satu ruas yang dikelola perusahannya. Namun saat itu, Agra Mas hanya mengajukan area untuk pool bus armadanya, bukan terminal. Penjajakan tersebut tidak menuai kesepakatan karena tidak diatur dalam regulasi.

Harus Dikaji Dengan Matang

Pada kesempatan berbeda, Astra Infra juga menunggu kepastian regulasi terkait dengan wacana tersebut. CEO Toll Road Group Business Astra Infra, Wiwiek D. Santoso mengatakan bahwa perusahaan sangat ketat dalam kepatuhan terhadap regulasi. Dia menuturkan bahwa penyediaan terminal di dalam TIP perlu didasarkan pada hasil kajian yang matang.

Fungsi terminal di dalam TIP, lanjutnya, mengharuskan pengelola membuat akses untuk mobilitas penumpang ke luar tol, sedangkan tidak semua TIP memilik akses jalan bukan tol. “Menurut saya, harus ada kajian yang betul, tidak ujug-ujug. Di samping itu, pemerintah kan membuat terminal bagus-bagus, kan sayang (kalau tidak digunakan),” tuturnya di sela-sela Tur Inspirasi Tol Trans Jawa di Semarang, Senin (25/2). Saat ini, Astra Infra berpartisipasi di empat ruas Trans Jawa dengan panjang 302 kilometer. Keempat ruas itu yakni Tangerang-Merak, Cikopo-Palimanan, Semarang-Solo, dan Jombang-Mojokerto.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa wacana keberadaan terminal di TIP memungkinkan untuk dilakukan dengan pertimbangan adanya angkutan penghubung dari tempat istirahat di jalan tol. “Mungkin juga bisa, tapi kan jarak ke kotanya jauh, perlu ada semacam penghubung lagi, tidak tertutup kemungkinan bisa,” katanya kepada Bisnis, Senin (25/2).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

To Top