erwinkallonews

ARTIKEL

Tempat Hunian di Indonesia Belum Ramah Lansia

Properti Indonesia Belum Ramah Lansia

Salah satu faktor dan preferensi pembeli dalam memutuskan untuk membeli tempat hunian adalah lengkapnya persediaan fasilitas di dalam maupun di sekitar lokasi hunian, termasuk tersedianya fasilitas bagi pembeli lanjut usia (lansia). Akan tetapi sebagian besar perumahan atau apartemen di Indonesia masih belum “ramah” terhadap kaum lansia. Contohnya seperti masih jarangnya lift/elevator yang dapat memuat kursi roda dengan nyaman termasuk alat bantu lansia untuk berjalan (seperti tumpuan pegangan untuk membantu berjalan yang biasanya dipasang di dinding), tombol-tombol darurat untuk menghubungi ambulance dan pihak lainnya dalam keadaan darurat, dan belum ramahnya disabled facilities.

Dikutip dari media cetak Bisnis Indonesia (Rabu, 27 Februari 2019), Country Manager Rumah 123.com, Maria Herawati pun mengatakan bahwa di Indonesia masih jarang ada perumahan atau apartemen yang sudah ramah lansia. Berbeda dengan di luar negeri (terutama di negara-negara maju), seperti Amerika Serikat, yang mana penyediaan fasilitas untuk lansia sudah merupakan hal yang lumrah, bahkan dari hunian yang murah hingga yang mahal. Maria juga menambahkan, ” Itu (hunian ramah lansia) kembali lagi kepada budaya, kalau di luar negeri bukan lagi mengenai rumahnya, melainkan sudah ke aktivitas dan orang di luar sudah terbiasa tinggal keluar dari rumah mulai dari umur 21 tahun, begitu lulus kuliah, mereka memang diharapkan untuk keluar dari rumah.” Jadi para orang tua sampai dengan umur lansia sudah terbiasa hidup mandiri, dan berbeda dengan kultur di Indonesia yang kebanyakan orang-orang  masih tinggal bersama orang tua dan kewajiban anak untuk mengurus orang tua.

Tombol Darurat dan Aktivitas Bagi Lansia

Selain dari perbedaan kultur, masih jarangnya fasilitas ramah lansia di Indonesia, terutama tombol-tombol darurat yang langsung terhubung dengan rumah sakit terdekat, adalah karena banyak tempat hunian yang belum bekerja sama dengan rumah sakit. Maria mengatakan, “Di luar negeri, perumahan biasanya sudah bekerja sama dengan rumah sakit dan ada tools yang dipasangkan ke badan mereka (lansia), ada elemen lain yang harus dipertimbangkan, misalnya kalau ada hal yang terjadi pada orang tua.” Selain tools tersebut yang harus dipersiapkan, fasilitas di luar atau di sekitar lokasi hunian juga harus diperbaiki, serta harus ada pelayanan di perumahan atau apartemen untuk mengakomodir lansia jika mengalami keadaan darurat.

Emergency Button Untuk Lansia

Selain kelengkapan fasilitas bagi kaum lansia, di luar negeri terutama negara-negara maju juga menunjukkan kepeduliannya terhadap lansia, yaitu dengan men-treatment merka (lansia) dengan berbagai cara. Contohnya banyak perumahan atau apartemen yang menyediakan aktivitas dengan mengadakan acara/event untuk lansia. Dari hal tersebut maka dapat dipelajari bahwa di negara-negara maju, selain penyediaan fasilitas untuk lansia yang lengkap, para lansia juga “diurus” dengan baik oleh pihak-pihak perumahan atau apartemen, dengan begitu maka mereka dapat melakukan aktivitas dengan baik di tengah keadaan fisik yang sudah menurun dan tanpa bantuan anak-anak mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

To Top