erwinkallonews

Berita

Ganda Land Kembangkan Wisata Air di Bali dan Lombok

Tingkat Okupansi Tinggi

Bali dan Lombok merupakan salah satu tempat destinasi pariwisata andalan Indonesia. Dengan menjadi tempat destinasi pariwisata, tentunya menjadikan tingkat kunjungan wisatawan lokal maupun wisatawan menjadi meningkat. Di samping itu, selain untuk tujuan wisata, Bali juga dianggap menjadi tujuan tepat untuk bisnis dan edukasi dengan lingkungannya yang kental akan adat dan budaya.

Indra Saktiadi, selaku General Manager Marketing Ganda Land, mengatakan, “Bali itu kan jadi tempat wisata air nomor satu di Indonesia, nomor empat di dunia, jadi kami fokuskan juga dulu untuk pengembangan di sini.” Indra menambahkan bahwa di Bali, tingkat huniannya pun juga tinggi, “Okupansinya sudah bagus sekali. Kalau di produk sebelumnya yang vila-vila sudah mencapai 67%. Kalau yang di Lavaya ini kami pertama hanya menargetkan di bawah itu, sekitar 30%-60% dulu.”

Oleh karena itu, Ganda Land akan membangun empat proyek berupa private residence setara apartemen, premium residence setara dengan kondo-vila, rumah bandar, dan hotel di Bali. Melalui keempat proyeknya di Bali tersebut, Ganda Land memiliki target pasar mulai dari wisatawan lokal dan mancanegara hingga mahasiswa yang berkuliah di Universitas Udayana.

 

Minim Kendala Pembangunan

Selain di Bali, Ganda Land juga yakin dapat mengembangkan proyeknya di lokasi wisata lain seperti di Lombok. Hal itu dikarenakan land bank yang dimiliki Ganda Land sudah cukup banyak. Indra mengatakan, “Kebetulan land bank kami cukup banyak, hampir 70% di wilayah wisata air, seperti di Bali dan Lombok. Jadi pengembangan ini tetap kami lihat prospek ke depan sih. Kami mau akan bangun apa, nanti di lahan yang sudah kami miliki.

Ganda Lan juga meyakini bahwa ke depannya nanti, pembangunan proyek-proyek tersebut akan berjalan dengan lancar, karena sudah tersedianya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di daerah wisata tersebut. Hal itupun didukung Indra, “Kendala pembangunan dan penjualan bagi kami minim karena di Bali memang masih jadi pasar yang seksi. Ditambah lagi juga kami terlebih dahulu sudah punya IMB. Jadi bukan punya uang dulu terus dibangun, melainkan sudah ada izinnya. Jadi bisa lebih cepat dan tepat waktu,” ujarnya.

 

Sumber : Media Cetak Bisnis Indonesia, Rabu 27 Februari 2019

“Ganda Land Garap Bali dan Lombok”

Penulis : Mutiara Nabila

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

To Top