erwinkallonews

BISNIS

Okupansi Pasar Perkantoran Capai Titik Terendah Dalam 20 Tahun Terakhir

Tahun 2018 Tingkat Okupansi Terendah

Menurut data SpaceStock (Trusted Online Property Consultant) dalam 4 (empat) tahun terakhir, yaitu sejak tahun 2015 hingga 2018, peningkatan pasok ruang perkantoran rata-rata 460.000 meter persegi per tahun. CEO SpaceStock, Leonard Hartono, juga menambahkan, “Tingkat okupansi 2018 belum pernah sampai di occupancy rate serendah itu. Hal itu dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor utama, supply dan demand, jatuhnya tingkat okupansi ini bukan karena permintaannya yang menyusut, melainkan sesimpel karena suplainya yang kebanyakan.”

Peningkatan Okupansi di Tahun 2019

Namun, pada tahun 2019 ini, SpaceStock melihat akan menjadi awal pemulihan yang ditandai dengan menurunnya pasok perkantoran baru dan meningkatnya persentase okupansi sebesar 0,70% dibandingkan dengan 2018. Hal tersebut pun dijelaskan oleh Leonard Hartono, “Otomatis salahnya ada di suplai, karena 2013 kami berada di posisi teratas dengan okupansi sampai 98%. Saat itu developer sangat senang karena okupansi tinggi, harganya sangat bagus, pada memutuskan untuk bangung, semangat, dan jadinya produknya baru selesai sekarang-sekarang ini, 2016-2019. Ini tiga sampai empat kali lipat lebih tinggi dari permintaan rata-rata.” SpaceStock juga mencatat permintaan tertinggi terjadi pada 2012 yaitu sebanyak 390.000 meter persegi, jumlah itu merupakan tingkat okupansi tertinggi dalam sejarah.

Fenomena tersebut di atas, juga terjadi di luar wilayah Central Business District (Non CBD). Tercatat pada tahun 2018, terdapat 13 gedung baru yang telah jadi di Non CBD, dengan luasannya sekitar 260.000 meter persegi. Dalam paparannya, Kepala Bidang Riset Savills Indonesia, Anton Sitours, menyebutkan juga bahwa pada 2018 di CBD terdapat tujuh gedung perkantoran baru yaitu Astra Tower, Office One, The Tower, World Trade Center III, District 8 Office Revenue Tower, Prosperity Tower, dan Treasury Tower.

Gambar Hanya IlustrasiJika disimpulkan, maka fenemona yang terjadi ini disebabkan oleh okupansi perkantoran yang tinggi pada tahun 2013 yaitu mencapai 98%, sehingga mendorong pelaku pembangunan untuk membangun gedung perkantoran, karena okupansi yang tinggi dan memiliki harga yang bagus, sehingga semangat pembangunan menjadi sangat tinggi antara tahun 2013-2018. Akibatnya, adalah gedung-gedung pun baru pun sudah jadi di tahun 2018, akan tetapi tingkat okupansinya masih rendah hanya mencapai 72,90%, dan akan diprediksi meningkat pada tahun 2019 ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

To Top