erwinkallonews

ARTIKEL

Aturan Pembentukan RT/RW Rumah Susun Masih “BOLONG-BOLONG” (Part 1)

Oleh : Erlangga Kusuma SH., MH. (Property Lawyer)

Pembentukan RT/RW didalam Rumah Susun saat ini sedang menjadi issue hangat di berbagai lokasi Rumah Susun di Jakarta. Pemicunya tak lain dan tak bukan adalah dengan diterbitkannya Pergub Nomor 171 tahun 2016 tentang Pedoman Rukun Tetangga dan Rukun Warga. Banyak pihak yang kemudian menafsirkan aturan dan pedoman didalam Pergub tersebut hanya sesuai dengan kepentingannya masing-masing.

Perlu diketahui, didalam Pergub Nomor 171 tahun 2016 tersebut hanya terdapat 5 (lima) ayat dengan kata “Rumah Susun” didalamnya dan kemudian hanya merujuk mengenai ketentuan persyaratan dan mekanisme pembentukan RT/RW tanpa lebih jauh memberikan pedoman terkait RT/RW didalam Rumah Susun. Hal tersebut dapat diartikan ketentuan lainnya yang terdapat di Pergub 171 tahun 2016 tersebut tidak bertentangan dan dapat digunakan sebagai acuan RT/RW didalam Rumah Susun.

Hal tersebutlah yang membuat Pergub 171 tahun 2016 masih “bolong-bolong” dalam mengatur ketentuan pembentukan RT/RW didalam Rumah Susun. Dalam hukum segala aturan adalah sesuatu yang seharusnya dapat digunakan (applicable law), namun apabila melihat kedalam Pergub 171 tahun 2016 masih terdapat aturan-aturan yang kurang tepat apabila diterapkan kedalam lingkup Rumah Susun.

Terdapat 3 (tiga) poin penting yang akan Penulis bahas mengenai RT/RW didalam Rumah Susun, yaitu :

  1. Kewenangan RT/RW dengan Kewenangan PPPSRS;
  2. Aplikasinya terhadap Rumah Susun; dan
  3. Perubahan Pencatatan didalam Sertipikat.

Kewenangan RT/RW dengan Kewenangan PPPSRS

Sesuai dengan Pasal 18 Pergub 171 tahun 2016, RT/RW mempunyai tugas untuk membantu Lurah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan, sosial kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Lebih lanjut didalam Pasal 19 Pergub 171 tahun 2016 dijelaskan mengenai fungsi RT/RW untuk pendataan kependudukan dan pelayanan administrasi pemerintahan; pemeliharaan keamanan, ketertiban dan kerukunan hidup antar warga; pembuatan gagasan dalam pelaksanaan pembangunan dengan mengembangkan aspirasi dan swadaya murni masyarakat; dan penggerak swadaya gotong royong dan partisipasi masyarakat di wilayahnya.

Fungsi pemeliharaan keamanan, ketertiban dan kerukunan hidup antar warga inilah yang kemudian dianggap sebagian pihak bahwa RT/RW didalam Rumah Susun juga akan mengatur mengenai pengelolaan didalam Rumah Susun. Bahkan terdapat beberapa pihak yang mengartikan bahwa RT/RW akan berfungsi untuk mengelola Rumah Susun secara keseluruhan.

Seperti telah kita ketahui bahwa didalam Rumah Susun sendiri terdapat Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) dan sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun, pembentukan PPPSRS adalah wajib bagi seluruh Rumah Susun di Indonesia. Tugas dan tanggungjawab PPPSRS untuk mengelola Rumah Susun termasuk terhadap pengelolaan rutin, kebersihan, keamanan dll yang menyangkut mengenai kepemilikan bersama.

Apabila diteliti dengan seksama seharusnya tidak ada pertentangan dan perdebatan antara tugas dan wewenang RT/RW didalam Rumah Susun dengan tugas dan wewenang PPPSRS. Telah jelas bahwa tugas RT/RW adalah untuk membantu Lurah dalam urusan penyelenggaraan pemerintahan sedangkan PPPSRS adalah sebagai pengelola didalam Rumah Susun, namun dikarenakan tidak adanya pembatasan tugas dan wewenang RT/RW didalam Rumah Susun pada Pergub 171 tahun 2016 tersebut maka banyak yang masih menafsirkan bahwa RT/RW didalam Rumah Susun juga turut untuk mengatur kebersihan dan keamanan di Rumah Susun.

Apabila kita teliti lebih jauh, pembentukan RT/RW didalam Rumah Susun hanya berdasarkan Pergub sedangkan kewenangan dan kewajiban PPPSRS untuk mengelola Rumah Susun adalah berdasarkan aturan yang lebih tinggi kedudukannya yaitu Undang-undang, Peraturan Pemerintah dan juga Peraturan Menteri serta Keputusan Menteri, sehingga berlaku asas hukum hierarki “lex superior derogat legi inferiori” (aturan yang lebih tinggi mengesampingkan aturan yang rendah).

(bersambung ke Part 2)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

To Top