erwinkallonews

KONSULTASI

Hanya Memegang AJB, Sementara Sertipikat Masih Ada di Tangan Penjual

Ilustrasi

Erwinkallonews.com – ANDA  punya masalah hukum di bidang properti? Kirimkan pertanyaan Anda di email erlankallo@gmail.com atau Hubungi HP 0817188355. Sertakan alamat, dan indentitas yang jelas, kami akan segera menjawab pertanyaan Anda.

Erwin Kallo, Pakar & Praktisi Hukum Properti

Pertanyaan:

Saya beli tanah sebagian 200 m2 dari tanah bersertipikat seluasnya 700 m2 dengan AJB di notaris. Untuk menjadikan sertipikat tanah yang saya beli, notaris minta biaya pengurusan pecahan sertipikat Rp.7 juta. Katanya, biaya pemecahan sertipikat yang 500 m2 itu juga menjadi kewajiban.

Yang saya tanyakan adalah, apakah dalam transaksi ini posisi saya aman, dengan hanya memegang AJB? Sementara sertipikatnya masih ada di tangan penjual.

Yadi, Kebumen

Jawaban:

Pak Yadi, kalau Anda hanya baru memegang AJB, itu artinya Anda baru 50 persen aman. Artinya begini. Kapan terjadi peralihan hak ? Apakah pada saat AJB atau pada saat balik nama? Yang sempurna itu pada saat balik nama.

Pada saat AJB, memang betul sudah beralih haknya dari penjual kepada pembeli, tetapi peralihan itu tidak mengikat pihak ketiga. Karena belum didaftarkan ke BPN.

Contoh kasus begini, kalau misalnya Anda hanya memegang AJB saja, suatu saat si penjual itu digugat pihak ketiga berkaitan dengan utang piutang. Kalau penggugat itu menang, maka sertipikat itu bisa saja dijadikan sita jaminan. Dan pihak ketiga tidak mau tahu bahwa tanah itu sudah dijual. Kan belum terdaftar.

Jadi saran saya, kalau Anda sudah AJB sebaiknya segeralah daftarkan dan balik nama ke BPN. Anda membeli 200 m2 dan sertipikat 700 m2, itu bisa dipecah. Dan anda bisa mengurus sendiri pemecahannya, tidak harus lewat notaris /PPAT. Tidak ada keharusan yang boleh pengurus sertipikat itu hanya notaris/PPAT. Notaris/PPAT hanya berkewajiban membuat Akta jual beli.

Mengenai biaya pemecahan, normalnya, biaya-biayayang timbul setelah peralihan itu tanggung jawab pembeli, tapi kalau sebelum peralihan adalah tanggung jawab penjual. Karena pemecahan ada di tengah-tengah, maka fair-nya ditanggung oleh penjual dan pembeli.

Jadi yang ingin saya sampaikan kepada Pak Yadi. Jangan hanyan karena menghindari uang pengurusan, lantas Anda menunda pembuatan sertipikat. Karena hak Anda tidak akan aman. Sewaktu-waktu penjual bisa saja menjual lagi tanah tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

To Top