erwinkallonews

ERWINKALLO COMMENTS

Kuasa Hukum: Banyak Pihak Manfaatkan Tommy Soeharto untuk Kepentingan Tertentu

Hutomo Mandala Putra (Dok. Intelijen.co.id)

Erwinkallonews.com, JAKARTA – Sebagai anak mantan Presiden Soeharto sekaligus pengusaha sukses, Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto tentunya banyak pihak yang ingin didekati, dengan berbagai motif dan kepentingan. Ada yang tulus bersilaturrahmi, namun tidak sedikit yang memanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

“Ada banyak orang maupun kelompok masyarakat yang ingin beraudensi (bertemu) Pak Tommy. Misalnya kelompak pencinta batu akik, kelompok keagamaan, ada juga kelompok donor darah, dan banyak lainnya. Bagi beliau, hal-hal yang bersifat silaturrahmi dan sosial kemasyarakatan, itu pasti ditanggapi,” ujar kuasa hukum Tommy Soeharto, Erwin Kallo di ruang kerjanya, di bilangan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (3/2/2017).

Erwin mengeluhkan, biasanya setelah ketemu mereka berfoto-foto, dan foto-foto itu sering dimanfaatkan kepada hal-hal yang tidak baik. Ada juga pihak-pihak tertentu yang mencantumkan nama Tommy di proposal untuk minta sumbangan ke teman-temannya. Hal ini diketahui Tommy dari konfirmasi teman-temannya juga. Hal ini dikeluhkan Erwin, karena sangat meruginya nama baik kliennya.

Menurut Erwin, dari situlah yang sering di luar kontrol dan disalahgunakan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak bertanggung jawab, termasuk Firza Husein yang mendirikan Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, dan memajang foto-foto Tommy dan mengaku Tommy Soeharto sebagai pembinanya di akun-akun media sosialnya (medsos).

Padahal, lanjut Erwin, jangankan menyetujui, mengetahui sepak terjan Firza saja Tommy Soeharto tidak. Yayasan yang dipimpinan Firza itu mencantumkan nama Cendana yang tidak lain dimaksud adalah keluarga besar Pak Harto. “Itu sudah pasti. Cendana yang mana lagi kalau bukan keluarga Pak Harto, yang notabene mencantumkan foto pak Tommy, tanpa sepengetahuan beliau,” tegasnya.

Erwin menampik tuduhan jika somasi yang dilayangkan ke Firza 20 Desember 2016 bertujuan untuk “menghilangkan jejak” hubungan Tommy Soeharto dengan yayasan tersebut. Sebab kejadian mengklaim atau membawa-bawa nama Tommy Soeharto ini sudah banyak terjadi. Dan pihaknya tidak ingin disalahartikan oleh masyarakat luas, terutama terhadap berita-berita yang dilakukan oleh orang-orang yang mengatasnamakan Tommy Soeharto.

“Kami sudah mendapatkan kuasa beliau sejak Agustus 2015, dan kami sudah melayangkan beberapa somasi ke beberapa pribadi dan komunitas, bahkan ada yang sudah kami laporkan ke polisi, termasuk melayangkan surat permohonan ke Facebook dan Twitter untuk menutup akun-akun palsu yang mengatasnamakan beliau. Namun kita tidak perlu ekspos, karena bukan tujuan kita mencari popularitas,” tutur dia.

Erwin menyatakan, kliennya tidak pernah memberikan ijin kepada siapapun untuk menggunakan namanya. Misalnya akun-akun hutomomandalaputra, bungtommy, tommysoerharto, mastommy, hmpi, atau akun-akun lain yang diidentikkan dengan kliennya. Kemudian akun-akun ini mendapatkan ribuan followers karena dikira itu akun resmi.

“Kami menginginkan, agar pihak-pihak tersebut menghentikan klaim terhadap nama beliau. Akhirnya ada yang minta maaf, ya kita tidak teruskan lagi,” papar Erwin.

Erwin mengatakan, kliennya tidak mau ada pihak-pihak memakai akun atas namanya, lalu memaki-maki orang dan menyudutkan pemerintahan Jokowi. Karena itu merugikan nama baik dan kepentingan Tommy sebagai pribadi dan keluarga besar Pak Harto.

Tidak terkait makar

Erwin menegaskan, pihaknya bekerja ini bukan gara-gara Firza dijadikan tersangka kasus makar, lalu terkesan buru-buru mensomasi untuk memutuskan hubungan dengan Firza. Kenyataannya memang tidak ada hubungan antara Tommy dengan organisasi yang dibawahi oleh Firza.

“Banyak pihak selalu ingin mengkait-kaitkannya (kasus makar) dengan Pak Tommy, padahal kami sudah somasi dan laporkan ke pihak berwajib sejak tahun 2015. Ada yang mengesankan bahwa ini gara-gara Firza ketangkap kasus makar, jadi kami buru-buru somasi, supaya menghilangkan jejak. Itu sama sekali tidak benar,” katanya.

Jauh sebelum kasus makar merebak, sejak pertengahan 2015, tim kuasa hukum Tommy aktif memonitor, jika ada pihak-pihak yang membuat akun medsos yang mengatasnamakan Tommy Soeharto dan keluarga besar Cendana. Jika ditemukan, kata Erwin, pihaknya langsung memperingatkan.

“Sebenarnya kami tidak mau terlalu reaktif. Karena mungkin ada orang bangga atau pede kalau di belakangnya merasa ada Pak Tommy. Tetapi kalau sudah menjurus kepada hal-hal yang merugikan masyarakat dan nama baik, apalagi masalah hukum itu kita akan bereaksi cukup tegas,” tandasnya.

Reza Gantara/Erwinkallonews.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

To Top